Kutai Kartanegara – Pabrik smelter nikel PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) di Pendingin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengalami insiden kebakaran yang tragis pada hari Kamis, dengan dua Tenaga Kerja Asing (TKA) menjadi korban. Salah satu TKA mengalami kondisi kritis, sementara yang lainnya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan bahwa DPRD Kaltim akan memanggil pimpinan PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) untuk mendapatkan keterangan terkait kejadian kecelakaan tersebut. Seno Aji juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu korban dan menganggap peristiwa ini sebagai momen yang memerlukan evaluasi serius terhadap operasi perusahaan.
Perlu dicatat bahwa DPRD Kaltim sebelumnya telah memberikan dukungan penuh terhadap pabrik smelter nikel ini, menganggapnya sebagai faktor penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat Kukar dan Kalimantan Timur secara keseluruhan. Seno Aji juga mencatat bahwa pihaknya telah meminta agar perusahaan mempekerjakan 60 persen tenaga kerja lokal, yang telah disetujui oleh PT KFI. Meskipun demikian, kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa ini terjadi, bahkan setelah peresmian baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, pada 19 September 2023, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, memimpin peresmian Tahap Pertama Pabrik Smelter Nikel PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pabrik smelter nikel ini telah menghabiskan investasi sekitar Rp5 triliun dan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 1.700 orang serta 250 tenaga kerja asing dari dua kecamatan dan enam kelurahan.
Saat peresmian tersebut, PT KFI berencana membangun total 18 line smelter nikel dengan total produksi mencapai 4-5 juta ton nikel. Gubernur Isran percaya bahwa proyek ini akan mempekerjakan antara 10.000 hingga 15.000 orang, jika semua 18 line tersebut dapat diselesaikan.
Direktur Utama PT KFI, Zhou Bu, menekankan komitmen perusahaan terhadap isu lingkungan dan mengumumkan rencana untuk segera membangun 16 line smelter nikel tambahan. PT KFI juga telah memperoleh Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan Republik Indonesia untuk seluruh proyek senilai Rp26 triliun tersebut dan akan berkolaborasi dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan energi.
Kebakaran ini menjadi fokus perhatian publik dan otoritas setempat, yang sekarang sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden tersebut
(Amin/Advertorial/DPRD Kaltim)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










