Kalimantan Timur – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji, memberi perhatian khusus pada isu tenaga kerja lokal di Pabrik Smelter Nikel, Sangasanga. Hal ini sebagai respon terhadap keluhan warga yang merasa perusahaan tersebut mempekerjakan terlalu banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya dari China. Keluhan tersebut sempat menjadi perhatian DPRD Kaltim dan menjadi agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang fokus pada kesesuaian dokumen TKA dengan aturan yang berlaku.
Setelah peresmian pabrik smelter, Seno Aji menyatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk memastikan pemberdayaan tenaga kerja lokal. “Memang bukan untuk sekarang, tapi lama-lama setelah perusahaan ini mulai produksi rutin maka akan sangat membutuhkan tenaga kerja tambahan maka kita harapkan 60 persen tenaga kerja lokal dapat dipenuhi,” ujar Seno.
Berdasarkan data yang diterima oleh Seno Aji, saat ini tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan tersebut belum mencapai 30 persen. Oleh karena itu, ia mendesak Direksi PT KFI, perusahaan yang mengelola smelter nikel, untuk meningkatkan angka tersebut hingga 60 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Seno Aji juga menekankan pentingnya pelatihan bagi tenaga kerja lokal. “Supaya tenaga kerja lokal kita bisa bekerja pada bidang yang memiliki keahlian khusus juga,” ungkap Seno.
Menanggapi tuntutan pemenuhan tenaga kerja lokal sebesar 60 persen, Seno Aji mengonfirmasi bahwa pihak PT KFI telah menyetujui permintaan tersebut. Ia juga memberi peringatan tegas bahwa apabila perusahaan tidak memenuhi harapan tersebut, operasional perusahaan bisa ditutup. “Kita akan tutup kalau nantinya tidak terpenuhi pokoknya kita kawal, memang ini belum beroperasi seluruhnya, tapi kalau sudah, kita minta 60 persen ini terpenuhi,” pungkasnya.
(Amin/Advertorial/DPRD Kaltim)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










