Kalimantan Timur – Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI TPH) telah mencapai kemajuan penting dalam bidang pertanian dengan melakukan pengembangan pembibitan melalui kultur jaringan, yang merupakan yang pertama di Indonesia. Sebagai hasil dari pengembangan ini, mereka telah berhasil meluncurkan benih pisang hasil kultur jaringan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, M. Samsun, memberikan tanggapannya terhadap inovasi ini dalam acara Launching Benih Pisang hasil kultur jaringan BBI TPH dan Penyerahan SK BBI TPH sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Luar biasa. Kita sudah memiliki balai benih yang cukup modern dan cukup besar. Bisa menghasilkan bibit-bibit berkualitas tinggi untuk tanaman pangan dan hortikultura di Kaltim,” ujar Muhammad Samsun. Ia menambahkan bahwa, “BBI TPH mampu menghasilkan benih cukup unggul dan berkualitas alias F1. Dengan metode pembibitan Kultur jaringan. Selain itu, Kaltim menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengembangkan sistem seperti ini.”
Samsun, yang berasal dari Samboja dan merupakan politisi dari PDI Perjuangan, berharap bahwa inovasi dalam sistem pertanian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan petani di Kalimantan Timur. “Semoga ini menjadi langkah awal untuk mendorong kemajuan pertanian di Kaltim. Khususnya dalam meningkatkan pendapatan petani,” tutupnya dengan harapan
(Amin/Advertorial/DPRD Kaltim)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










