Sistem Jalan Berbayar atau ERP Akan Diterapkan, Bagaimana Nasib Ojek Online?

- Jurnalis

Kamis, 12 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sistem Jalan Berbayar (ERP) [promediateknologi]

Ilustrasi Sistem Jalan Berbayar (ERP) [promediateknologi]

Kanalanalisis.com, Jakarta – Pengendara kendaraan bermotor maupun kendaraan listrik akan terkena tarif ketika lewat jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) yang diterapkan di Ibu Kota.

Peraturan tentang sistem ERP tersebut tertuang pada rancangan peraturan daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE) yang masih proses penyusunan. Rancangan peraturan daerah ini dibuat oleh DPRD DKI Jakarta.

Pasal 13 Ayat 1 Raperda PPLE tertulis pengguna jalan yang melewati kawasan pengendalian lalu lintas secara elektronik akan terkena tarif layanan PPLE.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno berpendapat kebijakan ini berpotensi menuai penolakan terutama ojek online.

“Paling yang akan menolak ini adalah pengemudi ojol (ojek online) karena sepeda motor juga dikenakan tarif di kawasan sistem berjalan elektronik,” tutur Djoko, Rabu (11/1/2023).

Meskipun demikian, Djoko berpendapat kebijakan ERP tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan ke pengemudi ojek online.

Alasannya, ojek online biasanya dipakai untuk transportasi lingkungan dan tidak digunakan untuk jarak jauh.

Sehingga, peluang untuk melewati jalan berbayar tak banyak.

“Kalau kebijakan ini berhasil, kota lain akan meniru. Saat ini, baru Jakarta yang akan menerapkan. Dulu Jakarta sempat ingin melarang sepeda motor saja, daerah lain sudah bersiap. Tapi batal,” tuturnya.

Djoko menilai kebijakan ERP ini sebenarnya adalah salah satu langkah yang cukup efektif untuk atasi kemacetan Ibu Kota.

Meskipun demikian, Djoko menilai sistem jalan berbayar ini adalah kebijakan yang tak populer.

Alasannya, peraturan ini memiliki potensi memperoleh pertentangan dari masyarakat.

Penerapan ERP adalah instrumen yang lebih maju (advanced) dan efisien untuk mengatasi kemacetan sebab tak membutuhkan banyak petugas pengawas.

Kondisi ini tentu berbeda dengan kebijakan pembatasan kendaraan menggunakan nomor polisi ganjil dan genap di tanggal tertentu.

Ganjil-genap diduga lebih banyak menggunakan anggaran daerah.

 

Sumber : Sistem Jalan Berbayar atau ERP Akan Diterapkan, Pengemudi Ojek Online Bakal “Babak Belur”?

Editor : Eny Lestiani

Berita Terkait

Festival Jembayan Kampung Tuha Kembali Hadir, Hidupkan Budaya dan UMKM Lokal
Bupati Kukar Audiensi ke Kemendukbangga, Pastikan Menteri BKKBN Hadiri Harganas ke-32 di Tenggarong
Bupati Kukar Resmikan Masjid, Dorong GEMA Tembus Hingga Pelosok Desa
Desa Mulawarman Buka 400 Hektare Sawah, Petani Siap Genjot Ketahanan Pangan
Gerak Cepat Pemkab Kukar Redam Isu Takaran Minyak Goreng
Perikanan Jadi Andalan Embalut, Raup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
Ramadan Jadi Momentum Uji Kesiapsiagaan, Redkar Kukar Ditempa di Tengah Malam
Pemekaran Wilayah Tenggarong Seberang Dinilai Strategis untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025

Safari Subuh ke-298, Bupati Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Program “Kukar Idaman Terbaik”

Minggu, 20 Juli 2025

DPMD Kukar Pastikan Penyaluran Bankeu Desa Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 18 Juli 2025

Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis

Jumat, 18 Juli 2025

Teruna Dara Kukar 2025 Resmi Dibuka, Dispar Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata dan UMKM

Jumat, 18 Juli 2025

Camat Kota Bangun Darat Minta Aksi Cepat Atasi Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Juli 2025

Samboja Resmi Masuk Delineasi IKN, Camat Minta Koordinasi Pemerintah Diperkuat

Kamis, 17 Juli 2025

Desa Sukamaju Genjot Pembangunan Embung dan Penataan Goa Batu Gelap untuk Majukan Ekonomi Warga

Rabu, 16 Juli 2025

Pemkab Kukar Mantapkan Langkah Pembangunan, Aulia: “Kerja Keras Kami untuk Semua Warga”

Berita Terbaru