Telaah LKPJ Gubernur Kaltim 2022, Pansus Bertugas Selama 30 Hari

- Jurnalis

Selasa, 28 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kaltim, Sutomo Jabir

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kaltim, Sutomo Jabir

 

Samarinda – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Gubernur Tahun 2022 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kaltim dinilai perlu ditinjau lebih jauh.

Itulah mengapa kemudian terbentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Gubernur Tahun 2022 yang diketuai oleh Sutomo Jabir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) ini mengaku siap untuk menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

“Masa kerja Pansus kan hanya 30 hari. Tentu saya berharap Pansus ini bisa bekerjasama yang baik, sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan maksimal sesuai batas waktu yang ditentukan,” ucap Sutomo Jabir.

Jabir menegaskan, untuk LKPJ Gubernur Kaltim tahun 2022, tentunya akan ditelaah lebih dalam lagi, sebab terdapat beberapa item program pembangunan yang masih belum maksimal.

“Kita lihat sepintas LKPJ Gubernur yang dibacakan Pak Wagub tadi, indikator kinerjanya tercapai. Namun, ada beberapa capaian yang masih di bawah target sasaran. Ini kan secara umum, tapi akan kami lihat secara detail dan rinci melalui Pansus LKPJ 2022 ini,” ungkapnya.

Menurut Jabir, siapa saja bisa melaporkan apa yang ada/tertera di atas kertas. Akan tetapi, fakta di lapangan belum tentu seperti laporan yang ada di kertas tersebut.

Sebab terkadang, sering kali menemukan beberapa kejanggalan-kejanggalan yang terjadi saat melakukan pembangunan di Kaltim ini.

“Terutama masalah pemerataan pembangunan, ini persoalan yang belum dirasakan secara adil oleh masyarakat Kaltim. Contohnya, masalah infrastruktur jalan serta keadilan di bidang kesehatan dan pendidikan,” sebutnya.

“Seperti anggaran untuk Dinas Pendidikan yang wajib 20 persen, faktanya di lapangan masih banyak masyarakat yang belum menikmati anggaran sebanyak itu. Masih ada ruang belajar dan fasilitas pendidikan yang belum terpenuhi, terutama di daerah pedesaan,” sambungnya.

Atas dasar itu, ia merasa belum ada pemerataan pembangunan. Tak hanya bidang pendidikan saja, kasus di bidang kesehatan pun demikian. Masih banyak puskesmas dan rumah sakit di tingkat kecamatan atau desa yang bangunannya bagus tapi fasilitasnya kurang memadai.

Bisa diibaratkan, puskesmas dan rumah sakit di kecamatan maupun desa hanya sebagai tempat transit saja. Sebab, begitu ada yang datang untuk berobat langsung dirujuk. Nah ke depannya, ini menjadi PR bagi pemerintah provinsi agar dapat bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Seperti di dapil saya Kutai Timur, Berau dan Bontang. Masih banyak yang membutuhkan sentuhan pemerintah provinsi. Artinya, tidak seindah yang digambarkan laporan-laporan di atas kertas itu. Sehingga, akan kami lihat dan periksa secara detail. Kemudian kami berikan rekomendasi-rekomendasi yang lebih baik kedepannya,” tegasnya.

Harapannya, Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kaltim bisa kooperatif. Dalam artian, kepala SKPD dapat hadir jika Pansus LKPJ mengundang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami berharapnya tidak diwakilkan, supaya enak komunikasinya dan melihat secara detail progress yang telah dicapai Pemerintah Provinsi Kaltim khususnya pada tahun anggaran 2022,” terangnya. (Andra/Adv/DPRD Kaltim).

Berita Terkait

Festival Jembayan Kampung Tuha Kembali Hadir, Hidupkan Budaya dan UMKM Lokal
Bupati Kukar Audiensi ke Kemendukbangga, Pastikan Menteri BKKBN Hadiri Harganas ke-32 di Tenggarong
Bupati Kukar Resmikan Masjid, Dorong GEMA Tembus Hingga Pelosok Desa
Desa Mulawarman Buka 400 Hektare Sawah, Petani Siap Genjot Ketahanan Pangan
Gerak Cepat Pemkab Kukar Redam Isu Takaran Minyak Goreng
Perikanan Jadi Andalan Embalut, Raup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
Ramadan Jadi Momentum Uji Kesiapsiagaan, Redkar Kukar Ditempa di Tengah Malam
Pemekaran Wilayah Tenggarong Seberang Dinilai Strategis untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025

Safari Subuh ke-298, Bupati Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Program “Kukar Idaman Terbaik”

Minggu, 20 Juli 2025

DPMD Kukar Pastikan Penyaluran Bankeu Desa Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 18 Juli 2025

Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis

Jumat, 18 Juli 2025

Teruna Dara Kukar 2025 Resmi Dibuka, Dispar Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata dan UMKM

Jumat, 18 Juli 2025

Camat Kota Bangun Darat Minta Aksi Cepat Atasi Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Juli 2025

Samboja Resmi Masuk Delineasi IKN, Camat Minta Koordinasi Pemerintah Diperkuat

Kamis, 17 Juli 2025

Desa Sukamaju Genjot Pembangunan Embung dan Penataan Goa Batu Gelap untuk Majukan Ekonomi Warga

Rabu, 16 Juli 2025

Pemkab Kukar Mantapkan Langkah Pembangunan, Aulia: “Kerja Keras Kami untuk Semua Warga”

Berita Terbaru