Mantan Petinggi WHO Sampaikan Dampak El Nino Bagi Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 23 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekeringan adalah salah satu dampak El Nino pada warga RI. (Dok. Kompas)

Kekeringan adalah salah satu dampak El Nino pada warga RI. (Dok. Kompas)

KanalAnalisis.com, Jakarta – Baru-baru ini, perkiraan puncak fenomena El Nino yang akan terjadi pada bulan Agustus sampai September 2023 telah diberitahukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

El Nino merupakan siklus suhu permukaan laut (sea surface temperature, SST) di luar normal dari Samudra Pasifik tropis tengah dan timur dengan disertai tekanan udara tinggi di Pasifik barat dan tekanan udara rendah di Pasifik timur.

Pemanasan tersebut dapat menimbulkan tingginya pertumbuhan awan di Samudera Pasifik yang menurunkan curah hujan di wilayah sekitar, salah satunya di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Tjandra Yoga Aditama selaku Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara mengungkapkan bahwa Indonesia nantinya akan terkena dampak dari kondisi El Nino, contohnya seperti masalah minimnya ketersediaan pangan.

“Menurut WHO maka setidaknya ada 10 dampak El Nino bagi kesehatan. Pertama, gangguan kekurangan makanan sampai ke malnutrisi, terjadi karena gangguan ketersediaan ketahanan pangan,” kata Prof Tjandra, Sabtu (22/7/2023).

“Selain itu terjadi peningkatan kejadian penyakit menular, yang terjadi akibat kombinasi menurunnya higiene sanitasi, perubahan pola hidup penular penyakit,” lanjutnya. Dilansir dari detik.com.

Prof Tjandra juga mengungkapkan bahwa keadaan tersebut juga dapat menyebabkan dampak tingginya penyakit air sebab air dan sanitasi yang terbatas.

“Selanjutnya dapat meningkatkan penyakit yang berhubungan dengan air atau water born disease, terjadi akibat keterbatasan ketersediaan air dan sanitasi,” ujarnya.

“Penurunan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan dan disrupsi pelayanan kesehatan juga terjadi baik karena cuaca panas, atau mungkin bencana alam yg terjadi masa El Nino,” imbuhnya.

Selain itu, El Nino juga dapat berpengaruh terhadap masalah kesehatan kejiwaan atau dampak psikososial, meningkatkan penyakit paru dan saluran pernapasan yang disebabkan oleh polusi, sampai penyakit karena cuaca panas.

“El Nino juga akan berdampak pada peningkatan penyakit tular vektor atau vector borne diseases karena perubahan pola hidup vektor seperti nyamuk, tikus dan lain-lain dengan segala dampaknya,” kata Prof Tjandra.

Prof Tjandra juga mengamati selama El Nino berlangsung kemungkinan adanya dampak bencana alam sampai menimbulkan pengungsian dan dampak cedera langsung atau kematian yang disebabkan oleh ekstremnya bencana.

“Karena kini sudah mendekati akhir Juli maka pemerintah dan kita semua perlu mengantisipasi potensi berbagai bahaya kesehatan akibat El Nino di Agustus dan September ini,” katanya.

Berita Terkait

Festival Jembayan Kampung Tuha Kembali Hadir, Hidupkan Budaya dan UMKM Lokal
Bupati Kukar Audiensi ke Kemendukbangga, Pastikan Menteri BKKBN Hadiri Harganas ke-32 di Tenggarong
Bupati Kukar Resmikan Masjid, Dorong GEMA Tembus Hingga Pelosok Desa
Desa Mulawarman Buka 400 Hektare Sawah, Petani Siap Genjot Ketahanan Pangan
Gerak Cepat Pemkab Kukar Redam Isu Takaran Minyak Goreng
Perikanan Jadi Andalan Embalut, Raup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
Ramadan Jadi Momentum Uji Kesiapsiagaan, Redkar Kukar Ditempa di Tengah Malam
Pemekaran Wilayah Tenggarong Seberang Dinilai Strategis untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025

Safari Subuh ke-298, Bupati Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Program “Kukar Idaman Terbaik”

Minggu, 20 Juli 2025

DPMD Kukar Pastikan Penyaluran Bankeu Desa Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 18 Juli 2025

Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis

Jumat, 18 Juli 2025

Teruna Dara Kukar 2025 Resmi Dibuka, Dispar Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata dan UMKM

Jumat, 18 Juli 2025

Camat Kota Bangun Darat Minta Aksi Cepat Atasi Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Juli 2025

Samboja Resmi Masuk Delineasi IKN, Camat Minta Koordinasi Pemerintah Diperkuat

Kamis, 17 Juli 2025

Desa Sukamaju Genjot Pembangunan Embung dan Penataan Goa Batu Gelap untuk Majukan Ekonomi Warga

Rabu, 16 Juli 2025

Pemkab Kukar Mantapkan Langkah Pembangunan, Aulia: “Kerja Keras Kami untuk Semua Warga”

Berita Terbaru