Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat untuk menuntaskan masalah stunting. Target besar pun dicanangkan: tak ada lagi kasus stunting baru di Kukar mulai tahun ini. Sebuah komitmen yang serius, seiring penurunan angka stunting yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data resmi, prevalensi stunting di Kukar menurun dari 27,1 persen pada 2022, menjadi 17,6 persen di 2023, dan kembali turun ke angka 14,6 persen pada 2024. Capaian ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor dan kerja keras di lapangan.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa upaya menurunkan stunting bukan sekadar kerja teknis, melainkan misi kemanusiaan untuk menyiapkan masa depan bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita semua tahu bahwa stunting adalah tantangan serius. Dan jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi yang lahir hari ini harus sehat, cerdas, dan tumbuh optimal. Artinya, menanggulangi stunting adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Sunggono, Senin (17/3/2025).
Ia menyebut, Pemkab Kukar telah menjalankan berbagai strategi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Upaya pencegahan dilakukan dari hulu hingga hilir, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia balita.
Beberapa langkah yang terus diperkuat antara lain:
✅ Edukasi Gizi Seimbang: Penyuluhan aktif kepada calon ibu dan keluarga tentang pentingnya nutrisi seimbang untuk tumbuh kembang anak.
✅ Deteksi Dini Ibu dan Anak: Pemantauan kesehatan ibu hamil dan balita oleh kader posyandu dan tenaga kesehatan agar kasus berisiko bisa ditangani lebih awal.
✅ Bantuan Pangan Bergizi: Distribusi makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita dari keluarga kurang mampu, guna mengatasi masalah gizi buruk.
✅ Peningkatan Sanitasi dan Air Bersih: Upaya mencegah penyakit yang memicu stunting lewat pembangunan sarana sanitasi dan akses air bersih.
✅ Pendampingan Keluarga Berisiko: Tim Pendamping Keluarga (TPK) diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi keluarga rentan dan memastikan mereka mendapatkan akses layanan yang tepat.
Namun, menurut Sunggono, langkah-langkah tersebut hanya akan efektif jika didukung semua pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan kalangan akademisi.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh dukungan semua elemen—dari ibu rumah tangga, guru, dokter, tokoh masyarakat, hingga pengusaha. Semua punya peran dalam memastikan anak-anak kita tumbuh sehat,” tegasnya.
Sunggono optimistis, jika kolaborasi ini terus diperkuat, maka target Kukar bebas stunting bisa tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan.
“Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Menyiapkan mereka hari ini adalah investasi untuk Indonesia yang lebih maju. Mari kita bergandengan tangan untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tumbuh dalam kekurangan,” pungkasnya.
Dengan langkah yang tepat, sinergi yang kuat, dan semangat bersama, Kukar sedang menapaki jalan menuju generasi yang lebih sehat dan tangguh—pondasi kokoh bagi cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (adv)
Editor : Redaksi


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










