Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menunjukkan komitmen serius untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Tahun ini, Pemkab Kukar menyiapkan 8.000 hektare lahan untuk mendukung percepatan program luas tambah tanam (LTT) padi, sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat menerima kunjungan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian RI pada Selasa, 18 Maret 2025.
“Kami di Kukar siap bergerak cepat. Lahan sudah kami siapkan, dan koordinasi lintas sektor terus kami perkuat agar tanam padi bisa maksimal tahun ini,” tegas Edi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Musim Tanam Bergeser, Strategi Harus Cepat Diubah
Menurut Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, perubahan iklim menyebabkan pergeseran musim tanam di banyak daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Jika biasanya petani mulai menanam pada Oktober–November, kini puncak tanam bergeser ke Desember hingga Mei.
“Kami datang untuk memastikan percepatan tanam bisa dilakukan di Kukar. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting agar target nasional bisa tercapai,” ujar Dr. Inti.
Sinergi TNI dan Petani, Lahan Produktif Maksimal
Dalam mendukung realisasi program ini, Pemkab Kukar tak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Kodim 0906/KKR dan Kodim 0908/Btg sebagai mitra strategis dalam pengelolaan lahan dan pendampingan petani di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya menanam, tetapi juga didukung infrastruktur yang memadai dan mendapat pendampingan yang intensif,” tambah Edi.
Program optimalisasi lahan seluas 8.000 hektare ini akan difokuskan di lima kawasan strategis yang selama ini telah menjadi pusat pertanian padi di Kukar.
Petani Sejahtera, Pangan Aman
Edi Damansyah meyakini bahwa keberhasilan perluasan lahan tanam ini akan memberi efek berantai, mulai dari peningkatan produksi, stabilisasi harga beras, hingga peningkatan kesejahteraan petani lokal.
“Kesejahteraan petani adalah indikator utama keberhasilan program ini. Jika hasil panen meningkat dan distribusi lancar, maka ekonomi daerah ikut tumbuh,” tuturnya.
Kukar Siap Jadi Lumbung Padi Kaltim
Melalui program ini, Kukar menargetkan diri menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Timur. Pemkab juga berharap langkah strategis ini bisa mengurangi ketergantungan pada impor beras dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dengan semangat gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan para petani, Kukar optimistis mampu mempercepat luas tanam dan menghasilkan panen yang melimpah di tahun ini.
“Insyaallah, Kukar siap menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia,” pungkas Edi Damansyah. (Adv)
Editor : Redaksi


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










