Tenggarong – Kabar baik bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar), terutama yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan siap mendukung penuh program nasional pembangunan tiga juta rumah bersubsidi yang digagas pemerintah pusat.
Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa memiliki rumah layak dengan harga terjangkau.
“Kami sudah menyiapkan langkah nyata, terutama inventarisasi lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan rumah subsidi ini,” ujar Asisten I Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, Selasa (18/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga Fokus Strategis Pemkab Kukar
Agar pelaksanaan program berjalan cepat dan tepat sasaran, Pemkab Kukar menyiapkan tiga strategi utama:
✅ 1. Penyediaan Lahan
Pemerintah daerah akan mendata lahan milik pemerintah maupun potensi kerja sama dengan swasta. Lokasi yang dipilih harus strategis—dekat dengan sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan transportasi umum—agar nyaman ditinggali dan mudah dijangkau.
✅ 2. Kolaborasi dengan Pusat dan Swasta
Pemkab Kukar akan menggandeng Kementerian PUPR, pengembang perumahan, serta perbankan seperti Bank BTN untuk menyusun skema pembiayaan rumah subsidi yang mudah diakses, terutama lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
“Intinya bukan cuma membangun rumah, tapi memastikan masyarakat bisa membelinya dengan cicilan yang ringan dan proses yang mudah,” jelas Taufik.
✅ 3. Sosialisasi dan Pendataan Calon Penerima
Masyarakat akan diedukasi tentang cara mendapatkan rumah subsidi dan disiapkan sistem pendataan agar rumah benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan. Prioritas akan diberikan pada keluarga kurang mampu, terutama yang belum memiliki hunian tetap.
Manfaat Ganda Program Rumah Subsidi
Program ini bukan hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tapi juga membawa efek domino yang positif:
- Memudahkan masyarakat miskin punya rumah sendiri
- Menata kembali kawasan kumuh
- Menggerakkan ekonomi lokal lewat sektor konstruksi dan UMKM bahan bangunan
- Membuka lapangan kerja baru di sektor properti
Tantangan dan Harapan
Meski demikian, Taufik tak menampik adanya tantangan, seperti:
- Keterbatasan lahan sesuai aturan tata ruang
- Kebutuhan anggaran yang cukup besar
- Potensi ketidakseimbangan antara jumlah peminat dan rumah yang tersedia
“Kami butuh dukungan dari semua pihak: pemerintah pusat, swasta, bank, hingga masyarakat itu sendiri agar program ini benar-benar sukses,” tegasnya.
Bukan Sekadar Bangun Rumah, Tapi Bangun Masa Depan
Bagi Pemkab Kukar, program ini tak hanya sekadar menyediakan atap bagi warga. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun masa depan masyarakat secara lebih bermartabat, sehat, dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kukar bisa tinggal di rumah yang layak, sehat, dan manusiawi. Ini adalah bentuk nyata perhatian kami untuk kesejahteraan warga,” tutup Taufik.
Dengan kerja sama yang solid dan langkah yang tepat, Pemkab Kukar optimistis bahwa impian warga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri bukan lagi sekadar harapan—tetapi kenyataan yang akan segera terwujud. (adv)
Editor : Redaksi


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










