Dari Timur Tengah ke Kalimantan: Obor Ramadan Hangatkan Malam Mangkurawang

- Jurnalis

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pegawai ASN Kukar mengaji saat Ramadan (Kontributor KMM)

pegawai ASN Kukar mengaji saat Ramadan (Kontributor KMM)

Tenggarong – Setelah bertahun-tahun menghilang, pawai obor Ramadan kembali menghangatkan malam di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Tradisi yang sempat meredup ini kini bangkit, menghadirkan kembali nuansa kebersamaan yang telah lama dirindukan warga.

Tahun ini, pawai obor tak sekadar menjadi simbol keagamaan, melainkan juga perwujudan semangat kolektif warga dalam menjaga nilai-nilai warisan budaya Islam. Gema takbir bergema di sepanjang jalan, berpadu dengan kilauan api obor yang menari, membentuk panorama Ramadan yang syahdu dan menyentuh batin.

Pelaksanaan pawai semakin semarak dengan kehadiran Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Darul Muthmainnah sebagai motor penggerak kegiatan. Dukungan warga pun begitu besar. Ratusan peserta dari berbagai usia berbaur membawa obor, menyusuri jalur dari Masjid Darul Muthmainnah menuju Pasar Mangkurawang, lalu kembali ke titik awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah lama menantikan pawai obor ini kembali. Ada rasa kebersamaan yang luar biasa, menyatu dalam cahaya Ramadan,” ujar Desi, salah satu warga yang ikut serta dalam pawai, Selasa (11/3/2025).

Tradisi pawai obor ini melengkapi semarak Ramadan di Mangkurawang. Tahun ini, rangkaian acara juga mencakup gerakan sahur bersama, yang digagas untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kelompok-kelompok warga berkumpul sebelum subuh untuk berbagi makanan sahur, menciptakan suasana hangat di setiap sudut kelurahan.

Menurut Sekretaris Lurah Mangkurawang, Muhammad Hafiz, tradisi semacam ini perlu dirawat dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan kebudayaan lokal yang memiliki makna religius dan sosial.

“Kami ingin anak-anak dan generasi muda melihat dan merasakan sendiri bagaimana indahnya Ramadan dalam kebersamaan. Tradisi ini harus terus dijaga, agar semangatnya tak pernah padam,” ujarnya.

Malam di Mangkurawang pun berubah menjadi lautan cahaya. Obor yang sempat padam kini menyala kembali, menyinari jalanan dengan semangat kebersamaan. Ramadan di Mangkurawang tak lagi sekadar bulan ibadah, melainkan juga bulan di mana warga bersatu dalam cahaya, doa, dan tradisi yang mengakar.

Tradisi pawai obor memiliki akar dari perayaan malam takbiran di berbagai daerah Muslim, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia, tradisi ini banyak ditemukan di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Ia berasal dari perpaduan budaya lokal dan pengaruh Islam yang dibawa dari Timur Tengah, yang dalam konteks lokal kemudian menjadi bentuk syiar dan ekspresi suka cita menyambut bulan suci.

Secara historis, obor menjadi simbol penerangan jiwa dan penyucian diri selama Ramadan. Di masa lalu, pawai obor digelar karena keterbatasan penerangan, dan kini berkembang menjadi atraksi budaya yang sarat makna. (adv)

Berita Terkait

Safari Subuh ke-298, Bupati Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Program “Kukar Idaman Terbaik”
DPMD Kukar Pastikan Penyaluran Bankeu Desa Lebih Transparan dan Tepat Sasaran
Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis
Teruna Dara Kukar 2025 Resmi Dibuka, Dispar Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata dan UMKM
Camat Kota Bangun Darat Minta Aksi Cepat Atasi Krisis Air Bersih
Pemkab Kukar Maksimalkan SiLPA dan Dorong PAD untuk Perkuat Kemandirian Fiskal 2025
Samboja Resmi Masuk Delineasi IKN, Camat Minta Koordinasi Pemerintah Diperkuat
Desa Sukamaju Genjot Pembangunan Embung dan Penataan Goa Batu Gelap untuk Majukan Ekonomi Warga

Berita Terkait

Senin, 21 Juli 2025

Safari Subuh ke-298, Bupati Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Program “Kukar Idaman Terbaik”

Minggu, 20 Juli 2025

DPMD Kukar Pastikan Penyaluran Bankeu Desa Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 18 Juli 2025

Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis

Jumat, 18 Juli 2025

Teruna Dara Kukar 2025 Resmi Dibuka, Dispar Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata dan UMKM

Jumat, 18 Juli 2025

Camat Kota Bangun Darat Minta Aksi Cepat Atasi Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Juli 2025

Samboja Resmi Masuk Delineasi IKN, Camat Minta Koordinasi Pemerintah Diperkuat

Kamis, 17 Juli 2025

Desa Sukamaju Genjot Pembangunan Embung dan Penataan Goa Batu Gelap untuk Majukan Ekonomi Warga

Rabu, 16 Juli 2025

Pemkab Kukar Mantapkan Langkah Pembangunan, Aulia: “Kerja Keras Kami untuk Semua Warga”

Berita Terbaru