Tenggarong – Bencana longsor yang melanda Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, pada akhir pekan lalu, telah menimbulkan kerusakan signifikan bagi warga setempat. Beberapa rumah mengalami kerusakan berat, bahkan satu masjid mengalami retakan serius sehingga warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Menanggapi hal ini, Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menyatakan pihaknya menyadari kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dugaan penyebab longsor yang dikaitkan dengan aktivitas penambangan dan galian sumur bor di sekitar lokasi.
“Meski ada kabar terkait aktivitas tambang sebagai penyebab, kita harus mengandalkan kajian ilmiah agar hasilnya objektif dan akurat,” ujar Heri Rusnadi saat ditemui Senin (24/04/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah nyata, pihak kecamatan telah mengajukan permintaan agar tim ahli dari Universitas Mulawarman (UNMUL) segera melakukan survei lapangan dan memasang alat ukur untuk investigasi mendalam. “Tim UNMUL akan menggunakan peralatan canggih untuk mengumpulkan data, dan kami berharap hasilnya dapat diperoleh dalam waktu sekitar satu minggu,” tambahnya.
Heri juga menyampaikan bahwa lokasi longsor yang berada di jalan nasional membuat penanganan teknis harus melibatkan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Kukar telah berkoordinasi dengan BPJN untuk melakukan penanganan darurat demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Jalan ini menjadi kewenangan BPJN, tapi kami terus berkoordinasi dengan Dinas PU agar perbaikan dapat segera dilakukan. Setelah video longsor viral, respons sudah mulai terlihat dengan tindakan sementara di lapangan,” jelas Heri.
Akibat longsor, sekitar 11 rumah di RT 25 Desa Batuah mengalami kerusakan, memaksa beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat. Pemerintah desa bersama Pemkab Kukar sedang mengupayakan relokasi yang aman bagi warga terdampak.
“Sebagian warga memilih bertahan dengan bantuan tenda darurat, namun kami terus berupaya menyediakan tempat yang lebih aman,” ujar Camat.
Heri Rusnadi menekankan pentingnya kajian ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko bencana di masa mendatang. Ia juga mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di Desa Purwajaya yang masuk dalam wilayah kecamatan sama.
“Kejadian longsor di Purwajaya menjadi pelajaran bagi kita untuk memperkuat langkah antisipasi secara berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, Pemkab Kukar, dan tim akademisi UNMUL, diharapkan penanganan bencana longsor di Batuah dapat berlangsung efektif dan memberikan rasa aman bagi warga. ADV/DISKOMINFO KUKAR


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










