Tenggarong – Menjelang Hari Raya Idulfitri, keresahan melanda warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Harga bahan pokok yang terus merangkak naik membuat sebagian besar masyarakat—terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah—merasa cemas tak mampu memenuhi kebutuhan hari besar keagamaan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kukar pun bertindak cepat. Sebagai bentuk intervensi langsung dalam mengendalikan gejolak harga, Pemkab kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), yang dipusatkan di area parkir Masjid Agung Sultan A.M. Sulaiman, Tenggarong.
Ratusan warga tampak antusias. Mereka memadati lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasar. Lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir—mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga daging ayam—memaksa warga mencari alternatif belanja lebih terjangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar program tahunan biasa. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dalam menjaga daya beli menjelang hari besar keagamaan,” kata Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (12/3/2025).
Sunggono menegaskan, program ini adalah bagian dari strategi pengendalian inflasi yang terkoordinasi, melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Mereka bekerja sama dengan Bulog, PT Rajawali Nusindo, kelompok tani, hingga pelaku UMKM pangan.
Adapun produk yang dijual meliputi beras premium dan medium, minyak goreng curah dan kemasan, daging ayam segar, telur ayam, gula pasir, cabai, bawang, serta buah dan sayuran segar.
Meski demikian, keterbatasan stok masih menjadi tantangan. Antrean panjang tak terhindarkan. Warga seperti Siti Rohmah (39), misalnya, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini.
“Harga di pasar gila-gilaan. Kalau bukan karena pasar murah ini, saya bingung harus belanja di mana untuk kebutuhan lebaran,” ujarnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, GPM menjadi oase bagi banyak keluarga. Pemerintah pun berharap program ini tak hanya membantu masyarakat menghadapi Idulfitri, tetapi juga menjadi model intervensi jangka panjang dalam pengendalian harga bahan pangan.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat rakyat kesulitan. Jika perlu, kami akan gelar GPM lagi,” tegas Sunggono.
Ia juga mengimbau warga agar tak panik dalam berbelanja. “Belanjalah secukupnya. Jangan menimbun, karena itu justru memperparah situasi pasar,” pesannya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kukar berharap dapat melewati Ramadan dan Idulfitri tahun ini dengan kondisi harga yang lebih terkendali dan stabil. (adv)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










