Tenggarong — Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi lokal. Dengan lebih dari 6.000 pelaku usaha aktif, wilayah ini tengah bergerak cepat untuk menjadikan UMKM bukan hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi juga mampu menembus pasar modern dan global.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menuturkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum strategis untuk mempercepat pemberdayaan UMKM. Pemerintah kecamatan telah memetakan dua fokus utama pengembangan: penguatan keterkaitan dengan sektor pariwisata serta perluasan akses ke jaringan ritel modern.
“Wisatawan adalah pasar potensial. Produk UMKM lokal harus mampu menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Selain itu, kita ingin produk-produk ini juga masuk ke minimarket nasional dan ritel besar lainnya,” ujar Tego, Jumat (7/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak kecamatan menjalin sinergi erat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara. Pendampingan dilakukan mulai dari perbaikan kualitas produk, desain kemasan, sertifikasi halal, hingga legalitas edar dari BPOM.
“Kami tidak ingin UMKM kita hanya fokus pada produksi, tetapi juga siap secara administratif dan estetika. Produk yang bagus tapi tidak memenuhi syarat edar tidak akan bisa bersaing di pasar modern,” jelasnya.
Pemerintah juga menggelar pelatihan tematik yang membekali pelaku usaha dengan pengetahuan tentang pemasaran digital, pengemasan inovatif, serta pemanfaatan platform e-commerce. Langkah ini dirancang agar UMKM lokal bisa naik kelas dan menjangkau konsumen secara lebih luas dan beragam.
Dalam aspek permodalan, Kecamatan Tenggarong Seberang berkomitmen memfasilitasi hubungan antara pelaku UMKM dengan lembaga keuangan, baik perbankan syariah, investor, maupun program pembiayaan pemerintah pusat. Upaya ini bertujuan agar akses modal tidak lagi menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha.
“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya bertahan sebagai usaha mikro, tetapi naik level menjadi wirausaha mapan. Jika UMKM tumbuh, maka ekonomi lokal juga ikut bergerak naik,” tegas Tego.
Ke depan, produk-produk unggulan dari Tenggarong Seberang juga ditargetkan untuk masuk ke pasar ekspor. Untuk itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan koperasi modern, pelaku marketplace, dan mitra dagang luar daerah.
Pemerintah yakin, dengan pendekatan strategis dan pendampingan yang berkesinambungan, UMKM di wilayah ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang adaptif, kreatif, dan tangguh menghadapi persaingan global.
“Kami optimistis, UMKM Tenggarong Seberang dapat menjadi tonggak penting dalam membangun ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan. Mereka bukan sekadar pelaku usaha, tapi tulang punggung masa depan ekonomi Kukar,” pungkasnya. (Adv)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










