Tenggarong – Kecamatan Kota Bangun Darat menunjukkan progres signifikan dalam pengembangan infrastruktur, terutama jelang pertengahan tahun 2025. Pemerintah kecamatan sedang menggenjot pembangunan akses jalan dan penyelesaian gedung kantor camat demi meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Sebagai wilayah baru hasil pemekaran dari Kecamatan Kota Bangun pada 2023, Kota Bangun Darat tengah menjalani masa transisi menuju wilayah administratif yang mandiri. Fokus utama saat ini adalah perbaikan jalan utama yang menghubungkan desa-desa menuju pusat pemerintahan di Desa Kedang Ipil, serta penyelesaian bangunan kantor camat yang akan menjadi pusat layanan publik.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyampaikan bahwa perbaikan jalan dari Sukabumi ke Kedang Ipil telah hampir rampung. “Masih tersisa sekitar dua kilometer di jalur Sedulang–Kedang Ipil dan 100 meter dari Sukabumi ke Sedulang yang dalam tahap pengerjaan. Kami kebut agar akses warga ke kantor camat tidak lagi terhambat,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, sejumlah ruas jalan seperti di Desa Wonosari belum bisa diperbaiki secara menyeluruh tahun ini karena keterbatasan anggaran. Pemerintah kecamatan telah mengusulkan dana tambahan melalui APBD Perubahan 2025. Untuk sementara, jalan yang belum beraspal akan ditangani dengan penaburan agregat agar tidak menjadi berlumpur saat musim hujan.
Langkah ini dinilai sebagai solusi cepat untuk menjaga kelancaran aktivitas warga. “Kami tidak ingin masyarakat terganggu hanya karena jalan belum diperkeras. Agregat jadi alternatif yang cukup efektif untuk sementara waktu,” jelas Julkifli.
Di sisi lain, pembangunan kantor camat baru yang telah lama dinantikan kini memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 90 persen. Kantor ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti ruang pelayanan terpadu, ruang rapat, dan mes pegawai.
Namun, penyambungan pasokan listrik masih menjadi tantangan yang sedang ditangani oleh Dinas PU Kutai Kartanegara. Saat ini, Rencana Anggaran Biaya (RAB) tengah disusun, dan pengerjaan sambungan listrik dijadwalkan selesai pada Mei 2025.
“Kalau semua berjalan lancar, pertengahan tahun ini kami sudah bisa menempati gedung baru dan memberikan pelayanan maksimal kepada warga,” harap Julkifli.
Dengan 10 desa di bawah wilayah administrasinya—termasuk Kedang Ipil, Sukabumi, Sedulang, Sari Nadi, dan Wonosari—Kecamatan Kota Bangun Darat sangat membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan jalan dan gedung camat bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari misi membangun akses yang adil, pelayanan yang merata, dan tata kelola pemerintahan yang modern.
Lewat percepatan pembangunan ini, Kota Bangun Darat perlahan bergerak menuju wilayah dengan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan inklusif—sesuai harapan warganya sejak lama.(Adv)


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










