Kutai Kartanegara, – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengumumkan bahwa mereka telah menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 9.8 Miliar untuk digunakan dalam upaya pengendalian dan penanganan inflasi di daerah tersebut. Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyampaikan harapannya agar pencapaian yang telah dicapai dalam pengendalian inflasi dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
“Bagaimana untuk meningkatkan dan mempertahankannya, kita harus konsisten melakukan penanganan inflasi,” pinta Bupati Edi Damansyah dalam acara Rakor Pengendalian Inflasi yang diadakan di Kantor Bupati Kukar.
Bupati Edi Damansyah juga mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi yang telah dilakukan mencapai hasil yang signifikan, dan setelah rakor ini, akan ada forum kecil yang akan membahas variabel bantuan kepada kelompok yang diberdayakan yang selalu diperiksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Adanya kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalam situasi tertentu harus memastikan bahwa semua pihak bekerja dengan satu arah untuk menyelesaikan masalah besar dengan baik,” kata Edi.
Pengendalian inflasi di Kukar sangat erat kaitannya dengan kondisi pangan, fenomena alam, dan situasi perang. Oleh karena itu, kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah, terutama oleh dinas terkait, harus responsif dan berdampak pada bangsa dan negara Indonesia.
“Detailkan upaya untuk mendorong pemberdayaan dengan baik. Pastikan program pengendalian inflasi, terutama dalam penyediaan pangan murah, sampai dengan baik ke masyarakat dengan data yang akurat,” ujar Bupati.
Bupati Edi juga menekankan pentingnya mengawasi dan mengendalikan bahan pangan yang akan dipasarkan di setiap kecamatan, agar tidak ada keterlambatan yang dapat mengakibatkan ketersediaan pangan yang terganggu. Pengawasan harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan kualitas barang yang layak didistribusikan.
“Dalam pelaksanaan pangan murah, pastikan targetnya adalah masyarakat menengah ke bawah dan bahwa pembelian benar-benar mencapai mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Bupati Edi berharap bahwa upaya pengendalian inflasi di daerah ini akan berjalan dengan baik, dengan kerjasama yang kuat dari semua pihak terkait. Rakor ini berlangsung melalui dialog bersama Kepala OPD terkait, serta diikuti oleh pemerintah kecamatan dan desa melalui platform zoom.


![Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.[Ist]](https://www.kanalanalisis.com/wp-content/uploads/ketua-komisi-I-DPRD-Kalimantan-Timur-Baharuddin-Demmu-225x129.jpg)










